Page

Thursday, June 27, 2013

#3: Indonesia Youth Media Camp 2013

Yeah... Hari ketiga, sama seperti dua hari sebelumnya, kami peserta IYMC2013 harus mengikuti proses kegiatan yang dimulai pada pukul delapan. Dangan masih sedikit ngantuk, para peserta sudah berada di aula dan duduk melingkar siap memulai hari ini!

Wednesday, June 26, 2013

#2: Indonesia Youth Media Camp 2013

Mata masih ngatuk, namun panitia IYMC2013 sudah datang membangunka. Teman sekamar juga sudah bangun. Dengan sedikit malas, saya melirik jam yang ada di handpone, menunjukan 30 menit lagi pukul 8. Ohhh.. memang sudah saatnya bangun, kegiatan akan dimulai pukul delapan. Dengan sedikit enggan menuju ke kamar mandi. Saya sudah dapat membayangkan bagaimana dinginnya air di Desa Wisata Penting Sari ini di pagi hari.

Monday, June 24, 2013

#1: Indonesia Youth Media Camp 2013

Kampung Halaman merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2006. Organisasi ini berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Kampung Halaman bekerjasama dengan berbagai rekan di seluruh Indonesia untuk memperkuat peran remaja dan anak muda di komunitasnya masing-masing melalui media berbasis komunitas yang dilakukan secara partisipatif. Saat ini, Kampung Halaman menyelenggarakan Indonesia Youth Media Camp 2013 yang ke #2, di mana para peserta terdiri dari perwakilan remaja dari seluruh komunitas yang ada di Indonesia. Tiap kota mengirimkan satu peserta remaja dari komunitas yang terpilih. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dari 24 Juni sampai dengan 03 Juli di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta. 

Anda MC, Anda Kenal Audience Anda!

Setalah kembali dari Jogja, yang disana menghabiskan waktu selama sebulan, tentu saja mengempeskan isi kantong (curcol :D). Setiba di rumah, mengambil waktu sehari untuk istirahat dan mendapatkan telepon dari seorang sahabat. Donal bertanya kepada saya "Sibuk apa De?". "tidak ada, saya lagi free". Kemudian Donal menawarkan untuk menjadi host pada event yang dilaksanakn oleh Sampoerna yang sedang mempromosikan produk baru mereka. Rejeki tidak boleh ditolak, saya mengiyakan!

Wednesday, June 12, 2013

Betapa ABFI 2013 Awesome!

Blogger tanpa internet mungkin sama halnya dengan seseorang yang tidak punya pacar alias jomblo (nyesek) hehe... Untungnya pada saat penyelenggaraan Asean Blogger Festival Indonesia 2013 (ABFI2013) yang dilaksanakan di Kota Solo pada 9-12 Juni yang lalu, para blogger tidak merasa jomblo-jomblo amat karena ada wifi.id dari Telkom Indonesia yang menjadi salah satu sponsor dalam kegiatan tersebut, cihuyyy..!!





 Yang menjadi catatan dari pelaksanaan ABFI2013 ialah bahwa kegiatan ini merupakan pesta para blogger tidak hanya yang ada di Indonesia, akan tetapi juga yang ada di negara ASEAN. Sebagai satu kawasan sudah seharusnya kita bekerja sama untuk saling bahu-membahu menuju perkembangan global yang lebih luas lagi dengan tidak meninggalkan akar budaya kita. Peran para blogger sangat berarti dalam hal ini sebagai seorang yang independen dalam menyampaikan dan mempromosikan budaya dan potensi daerah masing-masing. Pesannya jelas yaitu bagaimana kita sebagai seorang blogger dapat berperan aktif dalam perkembangan global. Kita tampil dan menjadi wakil yang dapat menyumbangkan pemikiran dan juga sebagai representatif dari daerah kita masing-masing. Kita dapat mengedepankan aspek lokalitas yang kita miliki ke kanca ASEAN maupun dunia. Hal ini tentu saja berlaku bagi siapa saja, bukan hanya sebagai seorang blogger. Namun dengan bersama-sama di bawah payung besar yaitu komunitas ASEAN blogger pasti akan lebih mudah bagi kita dalam menghadapi perkembangan global yang semakin bergerak cepat!

Hermawan Kartajaya by Helmi Budipasetyo

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk promosi budaya dari Kota Solo. Dukungan pemerintah dalam kegiatan ini jelas sangat baik. Hal ini terlihat dari pembukaan yang dilaksanakan di hari pertama yaitu di rumah dinas Walikota Hadi Rudyatmo, Loji Gandrung. Di mana para peserta dan tamu undangan disambut dengan hangat dan dimanjakan dengan kuliner khas solo (so yummy... ;) ). Tidak hanya pembukaan, penutupan pun para peserta lagi-lagi merasa spesial karena mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Keraton Solo dan disambut langsung GKR Koes Murtiyah.

Bukan hanya pembukaan dan penutupan saja yang awesome! Tapi selama beberapa hari para peserta sudah mengikuti serangkaian acara yang menarik. Di hari pertama, para peserta mengikuti seminar yang menghadirkan para pembicara yang expert dibidangnya masing-masing. Sebut saja Bapak Hermawan Kertajaya yang merupakan seorang blogger dan juga alhi dalam bidang marketing yang telah mendunia. Yang menjadi catatan saya dari beliau ialah kejujuran. Seseorang harus memulai, apa pun itu, dari asas kejujuran. Anda jujur, anda yang akan jadi pemenangnya!





Hari kedua juga tidak kalah seru, tiap peserta berkesempatan memilih kelas yang disenanginya. Hari itu saya memilih kelas ASEAN's Plans Against cyber crime dan Travel Blogger. Pada kelas pertama, cukup menarik dengan informasi seputar kejahatan pada dunia maya. Kemudian di kelas kedua lebih menarik lagi dengan menampilkan seorang pemateri yang berasal dari Filipina yang tampil dengan ide female solo travel. Sebagai seorang wanita, Pinay (@pinaybackpacker), membuktikan eksistensinya sebagai traveler solo yang ngetop lewat blog pribadinya (inspiring).

Selanjutnya, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berkujung ke Candi Sukuh dan museum purba. Pada sesi ini saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke Candi Sukuh, yang pesertanya terbatas dan harus mendaftar online terlebih dahulu. Saya pun bersama kurang lebih 50 orang peserta lainnya berkunjung ke candi yang menurut orang awan merupakan candi erotis karena terdapat simbol maskulin dan feminin yang disatukan. Namun, candi yang bangunannya mirip dengan piramid Suku Maya di Amerika Tengah ini tidak segampang itu diartikannya. Bapak pemandu wisata yang bersama kami saat itu langsung menepis anggapan itu. Menurutnya, candi ini dengan simbol-simbolnya, lebih dari sekedar hal tersebut. Kita harus bisa melihat dalam frame yang lebih besar lagi yaitu mengenai hubungan harmonis antara pria dan wanita yang bersatu dalam ikatan yang suci.


Setelah itu, para peserta kembali berkumpul di salah satu kawasan pinggir Sungai Bengawan Solo. Kawasan yang kerap diterjang banjir tersebut akan dijadikan kawasan hijau dengan taman bermain dan tempat untuk bersatai. Hari itu dilaksanakan penanaman seribu pohon yang akan berfungsi untuk mencegah dampak yang lebih besar lagi jika banjir datang sewaktu-waktu serta sebagai salah satu tempat wisata. Di antara acara berlangsung, saya menyempatkan berjalan-jalan untuk melihat Sungai Bengawan Solo yang termasur itu. Kemudian saya bertemu dengan beberapa orang bapak dan anak muda yang asik memancing. Salah seorang bapak menuturkan bahwa dia kerap memancing disini dengan hasil tanggapan yang tidak menentu. Kadang banyak dan cukup sering juga tidak dapat sama sekali seperti pada sore itu si bapak belum mendapatkan satu ekorpun ikan. Namun, bapak yang lain terlihat cukup puas dengan hasil pancingan yang didapatkannya.

Usai kegiatan itu, kami bergegas untuk kembali ke hotel. Segera mandi dan ganti baju, karena malam itu kegiatan masih terus berlanjut. Tidak ada yang mau melewatkan berkeliling Kota Solo malam dengan bus pariwisata bertingkat, Werkudara. Jadilah saya bersama sejumlah teman malam hari itu gila-gilaan dalam bus, keliling-keliling kota yang semakin unik di malam hari tersebut.





Peserta kembali bersorak, di mana hari berikutnya yaitu hari ketiga yang merupakan hari penutupan, mendapatkan kesempatan berkeliling kota di pagi hari dengan Kereta Api Uap, Sepur Kulut Jaladara. Lokomotif uap C1218 ini menarik dua buah gerbong kayu jati asli buatan tahun 1920, tidak hanya itu bahan bakar yang menggunakan adalah kayu jati. Jadilah hari itu kegembiraan di Kota Solo semakin lengkap apa lagi para peserta layaknya artis, sambil dada-dadahan layaknya miss universe dikala melewati kerumunan warga solo yang bersorak ramai melihat kami!

Begitulah keseruan dari kegiatan ABFI 2013. Sangat berterima kasih kepada panitia yang sudah bersusah-susah menyelenggarakan event ini dan terbilang sukses. Tidak hanya itu pemilihan Kota Solo juga sangat tepat, karena di kota tersebut kita tidak akan kehabisan bahan untuk diceritakan dari pengalaman-pengalaman kecil yang berharga tentunya. Sambutan dari Pemerintah setempat juga sangat manis, meninggalkan pesan agar kembali berkunjung ke ini, awesome!

Saturday, June 1, 2013

Iklan Good Time Mini Cookies Berbahaya Bagi Anak!



Good time yang merupakan pruduk dari PT Arnott’s Indonesia kembali hadir dengan good time mini.
Produk makanan ringan dengan rasa dominan coklat menjadi salah satu produk yang sudah sangat lama hadir di tanah air. Produk ini menjadi salah satu produk kegemaran bagi anak-anak.

Beberapa waktu belakangan produk ini jarang tampil di di layar kaca. Kemudian akhir-akhir ini dengan new  produk yaitu Good Time Mini Cookies, setiap saat dapat kita saksikan di layar kaca. Pasti kalian penah melihat disaat komersial break, disela-sela acara kesayangan anda.


Salah satu versi iklan produk ini ialah saat anak-anak (anak SD) di sebuah bus (seperti bus sekolah) memakan produk tersebut. Awalnya salah seorang anak, memakannya normal-normal saja. Mengambil dari kemasan, lalu memasukan ke dalam mulut. Mengunyah dan ekspresi nikmat rasa coklat. Kemudian, timbul ide dari si anak untuk memakan dengan cara tidak biasa. Si anak yang duduk di kursi jejeran depan, melemparkan sebuah good time mini cookies ke jendela, lalu lari ke belakang siap menangkap good time yang dilemparkannya tadi dengan mulutnya dari jendela ujung bus. Namun sayang, si anak lain lebih dulu menangkap dengan cara yang sama dipikirkan oleh si anak yang pertama tadi. Terus dimana berbahayanya bagi anak?

Jelas dalam hal ini, mengeluarkan kepala dari jendela saat bus atau kedaraan roda empat melaju di jalanan merupakan tidakan yang salah. Hal ini sangat berbahaya, karena segala kemungkinan dapat terjadi yang bisa menyebabkan hal buruk bagi siapa saja terutama anak. Kemudian dengan membuka mulut, hal ini juga sangat tidak masuk akal dan sangat tidak sehat bagi si anak.

Sudah sangat banyak penelitian yang dilakukan terhadap dampak negatif iklan atau media bagi anak. Bagaimana media dapat mempengaruhi perilaku seseorang sehingga orang tersebut dalam hal ini anak akan meniru apa yang mereka saksikan tersebut. Dalam hal ini, salah satu fungis media ialah untuk mendidik. Namun, mendidik dapat dilakukan dengan benar dan juga dengan cara yang salah. Dalam jenis iklan yang seperti ini dapat dikatakan sebagai cara mendidik yang salah bagi anak. Hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi anak dan celakanya produk tersebut merupakan produk dengan target pasar anak-anak. Dalam hal ini sudah dapat dipastikan iklan yang dibuat ditujukan bagi anak, untuk membujuk anak agar membeli produk tersebut dan sekaligu meniru apa yang dilakukan dalam iklan tersebut. Masih ingatkan dengan produk Oreo yang sampai saat ini "Diputar, Dijilat, dan Dicelupin" masih dilakukan oleh anak-anak saat memakan produk tersebut. Lalu, bagiaman jika apa yang dilakukan dalam iklan good time tersebut sampai benar-benar dilakukan oleh anak-anak?

Wednesday, May 29, 2013

Ceritaku, Cerita di Kraton Kasunanan Surakarta!


Tidak terasa kegiatan Asean Blogger Festival Indonesia (ABFI) 2013 telah di penghujung acara. Pagi itu, saya dan teman-teman Canting Jogja sudah saling telepon-teleponan atau lebih tepatnya saya dibangunkan lewat telepon oleh mereka. Soalnya kami tidak mau ketinggalan tour Kota Surakarta dengan Kereta Sepur Kluthuk Jaladara. Dan, pagi itu begitu menarik dengan berkeliling kota menggunakan kereta api yang berbahan bakar kayu jati tersebut. 




Hari itu juga hari terakhir kami berada di Solo, semua peserta ABFI dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia dan juga negara-negara ASEAN, harus sudah berkumpul pada pukul 10.00 di Kraton Kasunanan Surakarta. Sebab acara penutupan dari kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut akan dilaksanakan di dalam lingkungan kraton. Saat itu, saya sudah hadir lebih dulu dari yang lain. Sebab, saya naik sepeda yang saya pinjam dari teman sesama ABFI. Menunggu sedikit di depan pintu masuk kraton yang sudah sangat membangkitkan rasa ingin tahu saya untuk segera masuk dan melihat-lihat sebuah kerajaan yang telah ada sejak 1745 Masehi tersebut.



Saat itu, ada beberapa orang penjaga yang menggunakan baju adat jawa. Kemudian yang menarik perhatian ialah kedua bapak yang bisa dibilang tidak muda lagi, menggunakan baju tradisional jawa dan seragam. Mereka berdiri kukuh dengan pedang panjang dipingganya. Sesaat kemudian beberapa peserta mulai berdatangan, dan mereka meminta untuk berfoto dengan kedua bapak yang mengiyakan seraya tersenyum ramah.




Setelah itu, tibalah saatnya untuk memasuki Kraton Kasunanan Surakarta. Ada aturan tidak boleh memakai sandal, jika datang dengan menggunakan sandal lebih baik ditanggalkan. Tapi jika kamu menggunakan sepatu maka diperbolehkn, hal ini dinilai sopan ketimbang menggunakan sendal. Kemudian hal lain yang tidak diperbolehkan ialah menggunakan topi. Saat itu saya menggunakan topi dan langsung diminta untuk ditanggalkan, beginilah kalau tidak tanya-tanya dulu, bisiku dalam hati.




Saat memasuki ruang aula kraton, kursi-kursi sudah ditata dengan rapi, panggung juga sudah diatur sedemikian rupa, lampu-lampu kristal menjuntai dengan anggun, dan para bapak-bapak berseragam menggunakan pakaian tradisional jawa yang sedikit berbeda, telah siap menyambut kami. Kali ini kembali melakukan kesalahan akibat tidak bertanya. Karena masih kosong, dengan santai kami memilih duduk di kursi paling depan. Maklum kebiasaan tidak suka duduk di belakang nanti banyak hal yang bisa terlewatkan. Kemudian tiba-tiba salah seorang bapak menghampiri dan berkata, "bisa kuris dua baris di depan dikosongkan? Soalnya untuk tamu undangan" mungkin seperti itulah kata-katanya, akhirnya niat duduk di depan jadi duduk bagian belakang karena kursi-kursi sudah banyak yang terisi oleh pesrta lain. Tapi, tak apalah, bukan kah ini masih tetap menarik? :)





Hari itu peserta ABFI 2013 merasa sangat beruntung karena penutupan kegiatan ini dilaksanakan di Kraton Kasusanan Surakarta, ditambah dengan kehadiran Gusti Kanjeng Ratu Pengageng, yang berkesempatan untuk hadir dan memberikan sepata kata atau juga pesan bagi para blogger. Kemudian berakhirlah acara ABFI 2013, namun sebelum benar-benar berpisah, peserta yang hadir lagi-lagi mendapatkan kejutan dengan penampilan seni yang sangat memukau. Di awali dengan penampilan empat wanita ayu yang anggun dalam membawakan Tari Serimpi. Empat orang penari itu dalam makna tari serimpi merupakan lambang dari empat eleman yaitu toya (air), grama (api), angin (udara) dan bumi (tanah). Tarian yang sudah dimainkan selama berabad-abad lamanya itu menjadi warisan yang tak ternilai harganya yang dimiliki oleh Kraton Kasunanan Surakarta dan hingga saat ini . Selanjutnya, setelah itu peserta ABFI 2013 kembali bertepuk tangan meriah ketika dua orang penari pria yang gagah berani dan sedikit bengis memainkan Tarian Putra Bandoboyo. Tarian itu begitu enerjik dan menggambarkan tengkasan para pengeran dan putra mahkota.



Kemudian di sela-sela acara penutupan tersebut saya berkesempatan mewawancarai salah seorang Sentono Dalam Kraton Kesunana Surakarta dengan gelar dan nama Kanjeng Raden Aryo Handoyo Diningrat. Bapak satu ini sudah mengabdikan dirinya selama 14 tahun di mulai pada tahun 1999 yang pada saat itu beliau masih berusia 25 tahun. Bapak tiga anak ini menuturkan untuk menjadi abdi dalam siapa saja boleh, lewat jalur manapun bisa, tidak dibatasi. Jika ingin menjadi  menjadi abdi di Kraton setidaknya harus mengikuti proses pendidikan selama enam bulan, di mana peserta akan belajar dan mengenal mengenai sejarah kraton, budaya kraton, tata cara upacara, tata cara busana, dan tulisan-tulisan jawa. Selama enam bulan tersebut, jika bersunggung-sungguh pasti akan bisa menguasai semua hal tersebut. Selain itu, Bapak Aryo menambahkan cara kedua ialah dengan menggunakan jalur prajurit.



Gelar yang diperoleh Bapak yang lahr di Solo, 20 Juni 1967 silam ini merupakan pemberian kraton kepada dirinya. Menurutnya, apa yang dilakukannya adalah pangglan hati nurani, dia dan teman-teman yang lain tidak mengharapkan apa pun dari kraton ini. Selama mereka menjadi abdi dalam pada Karaton Kasunanan Surakarta, mereka tidak pernah mengharapkan keuntungan atau bahkan tidak mendapatkan tambahan finansial dari sini. Mereka ikhlas menjalankan peran tersebut karena mereka merasa sebagai orang jawa maka wajib melestarikan adat istiadat leluhur. Mereka selalu siap sedia apapun yang diinginkan oleh Kraton Surakarta, seperti saat ini diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan pentupan ABFI 2013. Mereka percaya akan dilakukan semua dengan tulus ikhlas ini, pasti digantih dengan kebaikan yang lebih banyak lagi oleh Gusti Allah SWT dan ini kenyataan memang demikian, tutunya.



Kemudian bapak yang merupakan pegawai pada BPR PKK Jawa Tengah ini memberikan informasi bahwa yang menjadi abdi dalam di Kraton ini tidak hanya berasal dari Indonesia semata, ada pula yang berasal dari negara lain seperti Malaysia, Brunaidarusalam, Amerika, Belanda, Venuzuela, dan negara lainnya. Namun yang mereka sayangkan ialah masih banyak oknum-oknum yang menggunakan gelar dari kraton untuk kepentingan pribadi. Kraton  tidak pernah mengangkat dan memberikan gelar di luar kraton itu sendiri. Kraton tidak pernah membuka kantor-kantor di luar kraton.  Namun banyak yang menggunakan gelar dari kraton padahal kenyataannya tidak berasal dari Kraton Kasunana Surakarta.



Kemudian saya harus mengakhiri perbincangan dengan bapak yang sangat ramah ini karena beliau harus segera mengerjakan sesuatu hal. Saya kembali ke tempat duduk dan kembali memusatkan perhatian kepada acara penutupan yang tinggal di ujung tersebut. Akhirnya, selesai pula rangkaian kegiatan ABFI 2013 yang meninggalkan berbagai kesan. Tidak hanya sesama teman-teman peserta, namun juga tentang Kota Surakarta yang nyaman untuk dikunjungi, budaya orangnya yang ramah, Kroton Kasunana Surakarta yang bersejarah dan begitu ramah menyambut kami, serta sejumlah kenangan indah dan menyengkan lainnya. Semoga bisa kembali berkunjung ke kota ini, Sukarta!