Seperti apakah wajah duniamu tuhan?
Cantik kah?
Buruk kah?
Aku bertanya dalam kehampaan...
Indahnya duniamu membuai
Buruknya kuat membujuk
Yang manakah yg indah itu?
Yang buruk jauh lebih nikmat...
Buruk berwajah indah
Nampak mempesona
Membujuk
Dan mematikan
Namun yg cantik kadang menipu
Pesona abadi dari warna-warni kehidupan
Dalam keindahan yg sempurna dia menikam
Kejam
Dimanakah aku berada?
Dalam alam yg semuanya nampak sama
Keduanya sekan hanya dipisahkan oleh garis tipis
Setipis kain yg membalut tubuh-tubuh telanjang...
Apakah aku buta tuhan?
Bahkan tuli?
Di mana aku berada?
Pijakanku tak sekokoh dulu
Dalam kehampaan aku menatap wajah duniamu...
Dia tersenyum sekaligus bersedih...
Keduanya tak jauh beda
Atau aku yg tak dapat membedakan?
Wajah dunia
Ekspresi dari segala kehidupan
Kemunafikan
Kebencian
Keangkuhan
Keagungan
Dan keindahan...
Thursday, January 27, 2011
Insyaf
Inikah kesadaran itu?
Perasaan bahwa diri ini begitu lemah...
Diri ini tak memiliki apa-apa di hadapanNYA...
Inikah kesadaran itu?
Malu pada diri sendiri..
Malu kepadaNYA..
Kala jiwa berlumur dosa..
Hati menjerit..
Namun kita menjadi batu...
Kala hati mulai gelisah..
Hidup hampah..
Kita masih tetap menjadi batu..
Sampai suatu saat..
CobaanNYA menghentakmu..
Memukuli jiwamu yg tak hidup lagi..
Kau terjaga..
Dalam perasaan yg tersiksa..
Disitulah kau akan sadar!
Tangannya yg mulia terbuka lebar..
Menyambutmu..
Dalam pelukan hangat seorang bapak..
Tentram..
Perasaan bahwa diri ini begitu lemah...
Diri ini tak memiliki apa-apa di hadapanNYA...
Inikah kesadaran itu?
Malu pada diri sendiri..
Malu kepadaNYA..
Kala jiwa berlumur dosa..
Hati menjerit..
Namun kita menjadi batu...
Kala hati mulai gelisah..
Hidup hampah..
Kita masih tetap menjadi batu..
Sampai suatu saat..
CobaanNYA menghentakmu..
Memukuli jiwamu yg tak hidup lagi..
Kau terjaga..
Dalam perasaan yg tersiksa..
Disitulah kau akan sadar!
Tangannya yg mulia terbuka lebar..
Menyambutmu..
Dalam pelukan hangat seorang bapak..
Tentram..
Sampaikan Pesanku Kepada Timnas
Diantara kekosongan patriot kalian hadir. Diantara hilangnya kepercayaan akan kekuatan bangsa sendiri kalian nyata. Menawarkan semangat baru. Warna baru!
Kehadiran kalian, entah mengapa menjadi kekuatan bagi kami. Semangat sportifitas yg kalian tawarkan terresonansi kedalam jiwa kami. Meresap dan menyatu dalam darah yg mengalir di tubuh kami.
Jujur, kami tak pernah meragukan kalian. Menang atau kalah, kalian tetap pahlawan modern bagi generasi muda yg mengalami krisis jati diri, bahkan mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun
yg kami inginkan adalah, kalian memberikan yg terbaik. Bukan kemenangan! Bukan kebanggaan yg malah melahkan jiwa bangsa ini. Bukan pula pujian yg membuat bangsa ini bangga berlebihan pada dirinya, sehingga mati...!!!
Kami ingin kalian menunjukan cakar sang garuda yg siap mencengkeram apa saja. Kami ingin kalian menunjukan paruh sang garuda yg mampu mengoyak apa saja. Kami ingin kalian menjukan keperkasaan sang garuda lewat sayapnya yg mampu membelah langit. Sekali lagi bukan untuk meraih puncak tertinggi. Tapi untuk bangsa ini. Untuk generasi muda yg tak tau jati dirinya, untuk para rakyat yg tersiksa dan menderita, untuk ibu pertiwi yg telah lama terisak dalam tidurnya!
Timnas, hanya untuk kali ini. Kami mohon. Tunjukan bahwa garuda dapat terbang melambung ke angkasa! Garuda kembali memekikan suaranya yg agung! Dan rakyat Indonesia haru dengan kepala menengada, hormat pada sang MERAH PUTIH...!!!
Kehadiran kalian, entah mengapa menjadi kekuatan bagi kami. Semangat sportifitas yg kalian tawarkan terresonansi kedalam jiwa kami. Meresap dan menyatu dalam darah yg mengalir di tubuh kami.
Jujur, kami tak pernah meragukan kalian. Menang atau kalah, kalian tetap pahlawan modern bagi generasi muda yg mengalami krisis jati diri, bahkan mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun
yg kami inginkan adalah, kalian memberikan yg terbaik. Bukan kemenangan! Bukan kebanggaan yg malah melahkan jiwa bangsa ini. Bukan pula pujian yg membuat bangsa ini bangga berlebihan pada dirinya, sehingga mati...!!!
Kami ingin kalian menunjukan cakar sang garuda yg siap mencengkeram apa saja. Kami ingin kalian menunjukan paruh sang garuda yg mampu mengoyak apa saja. Kami ingin kalian menjukan keperkasaan sang garuda lewat sayapnya yg mampu membelah langit. Sekali lagi bukan untuk meraih puncak tertinggi. Tapi untuk bangsa ini. Untuk generasi muda yg tak tau jati dirinya, untuk para rakyat yg tersiksa dan menderita, untuk ibu pertiwi yg telah lama terisak dalam tidurnya!
Timnas, hanya untuk kali ini. Kami mohon. Tunjukan bahwa garuda dapat terbang melambung ke angkasa! Garuda kembali memekikan suaranya yg agung! Dan rakyat Indonesia haru dengan kepala menengada, hormat pada sang MERAH PUTIH...!!!
Saturday, January 15, 2011
Friday, October 8, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)



